Uilitarianisme dikembangkan oleh Jeremy Bentham (1784 – 1832). Dalam
ajarannya Ultilitarianisme itu pada intinya adalah “ Bagaimana menilai
baik atau buruknya kebijaksanaan sospol, ekonomi dan legal secara moral”
(bagaimana menilai kebijakan public yang memberikan dampak baik bagi
sebanyak mungkin orang secara moral).
Minggu, 30 November 2014
BAB II BISNIS DAN ETIKA
1. Mitos Bisnis Amoral
Mitos bisnis amoral mengungkapkan suatu keyakinan bahwa antara bisnis dan moralitas atau etika tidak ada hubungan sama sekali. Bisnis tidak punya sangkut paut dengan etika dan moralitas.
BAB I PENDAHULUAN TEORITIKA ETIKA BISNIS
A. Teori Pengertian Etika
Kata “Etika” itu berasal dari dari kata Yunani yaitu ‘Ethos,’ yang artinya adat istiadat. Etika bisa dibilang sebagai kebiasaan hidup yang baik, baik pada diri seseorang maupun pada suatu masyarakat. Etika itu punya kaitan sama nilai-nilai, tatacara hidup yang baik, aturan hidup yang baik, dan termasuk juga semua kebiasaan yang dianut dan diwariskan dari satu orang ke orang lain, atau dari satu generasi ke generasi yang lain.
Kata “Etika” itu berasal dari dari kata Yunani yaitu ‘Ethos,’ yang artinya adat istiadat. Etika bisa dibilang sebagai kebiasaan hidup yang baik, baik pada diri seseorang maupun pada suatu masyarakat. Etika itu punya kaitan sama nilai-nilai, tatacara hidup yang baik, aturan hidup yang baik, dan termasuk juga semua kebiasaan yang dianut dan diwariskan dari satu orang ke orang lain, atau dari satu generasi ke generasi yang lain.
Rabu, 19 Maret 2014
analisa kesalahan ejaan dan diksi
Taklukkan Del Potro, Djokovic Juara
Shanghai, detik.com - Novak Djokovic mempertahankan gelarnya di Shanghai Masters. Melawan
Juan Del Potro di final, Djokovic menang setelah melalui pertarungan tiga set.
Pada
laga puncak
yang dihelat
di Qizhong Forest Sports City Arena, Minggu (13/10/2013) sore WIB, Djokovic
menang 6-1, 3-6, dan 7-6(3) yang berlangsung sekitar dua jam itu.
Di
set pertama Djokovic relatif tak menemui kesulitan dan mampu unggul 5-0 sebelum
akhirnya menang 6-1.
Masuk
di set kedua Del Potro bangkit dan memberikan perlawanan kepada unggulan nomor
dua itu. Petenis Argentina
itu sempat memimpin 3-0, lalu 4-2, dan diperkecil menjadi 3-5. Di game ke-9 kemudian Del Potro
menuntaskan set ini dengan kemenangan 6-3.
Di
set penentuan, kedua petenis sama-sama ngotot mengincar kemenangan dan
saling kejar-mengejar skor dan kesalahan Djokovic saat melakukan serve di game ke-12 membuat laga harus berlanjut
ke tie break.Untuk kemudian Djokovic menang
7-3 (7-6).
Gelar ini adalah titel masters kedua Djokovic dalam waktu
sepekan usai kehilangan peringkat satu dunia yang direbut Rafael Nadal.
Sumber
: Taklukkan Del Potro, Djokovic Juara
|
no
|
kesalahan
|
pembenaran
|
|
1
|
Djokovic menang setelah melalui pertarungan tiga
set.
|
Djokovic menang setelah menyelesaikan pertandingan
tiga set.
|
|
2
|
Pada laga puncak yang dihelat di Qizhong Forest
Sports City Arena
|
Pada pertandingan final
yang diselenggarakan
di Qizhong Forest Sports City Arena
|
|
3
|
yang berlangsung sekitar dua jam itu.
|
yang berlangsung sekitar dua jam.
|
|
4
|
kedua petenis sama-sama ngotot
mengincar kemenangan
|
, kedua petenis bersikeras mengincar
kemenangan
|
|
5
|
membuat laga harus berlanjut ke tie break.Untuk kemudian Djokovic
menang 7-3 (7-6)
|
membuat pertandingan harus berlanjut ke tie break, dimana kemudian
Djokovic menang 7-3 (7-6).
|
|
6
|
Gelar
ini adalah titel masters
kedua Djokovic
|
Gelar
ini merupakan gelar masters kedua
Djokovic
|
Senin, 06 Januari 2014
Kebutuhan Konsumen
1. Teori Abraham H. Maslow (Teori Kebutuhan)
REF : http://ayukemala.wordpress.com/2012/12/14/motivasi-dalam-perilaku-konsumen/
Dikembangkan oleh Abraham H. Maslow pada intinya berkisar pada pendapat bahwa manusia mempunyai lima tingkat atau hierarki kebutuhan, yaitu kebutuhan fisiologikal (physiological needs), seperti : rasa lapar, haus, istirahat dan sex; kebutuhan rasa aman (safety needs), tidak dalam arti fisik semata, akan tetapi juga mental, psikologikal dan intelektual; kebutuhan akan kasih sayang (love needs); kebutuhan akan harga diri (esteem needs), yang pada umumnya tercermin dalam berbagai simbol-simbol status; dan aktualisasi diri (self actualization), dalam arti tersedianya kesempatan bagi seseorang untuk mengembangkan potensi yang terdapat dalam dirinya sehingga berubah menjadi kemampuan nyata.
2. Teori McClelland (Teori Kebutuhan Berprestasi)
Dari McClelland dikenal tentang teori kebutuhan untuk mencapai prestasi atau Need for Acievement (N.Ach) yang menyatakan bahwa motivasi berbeda-beda, sesuai dengan kekuatan kebutuhan seseorang akan prestasi. Menurut McClelland karakteristik orang yang berprestasi tinggi (high achievers) memiliki tiga ciri umum yaitu sebuah preferensi untuk mengerjakan tugas-tugas dengan derajat kesulitan moderat; menyukai situasi-situasi di mana kinerja mereka timbul karena upaya-upaya mereka sendiri, dan bukan karena faktor-faktor lain, seperti kemujuran misalnya; dan menginginkan umpan balik tentang keberhasilan dan kegagalan mereka, dibandingkan dengan mereka yang berprestasi rendah.
REF : http://ayukemala.wordpress.com/2012/12/14/motivasi-dalam-perilaku-konsumen/
Bidang Studi yang terkait dengan Perilaku Konsumen
1. Sosiologi
Memberikan sumbangan dalam mempelajari kekuatan sosial yang mempengaruhi konsumen seperti konsep struktur sosial, keluarga, kelas sosial, etnis, gender dan gaya hidup yang dapat mempengaruhi perilaku individu maupun kelompok.
2. Antropologi
Memberikan sumbangan dalam memahami fenomena konsumsi ritual, mitos, simbol dan aspek budaya lainnya.
3. Ekonomi
Membantu dalam memberikan pemahaman tentang keterkaitan antara kebijakan harga dengan respon perilaku konsumen serta adanya perbedaan perilaku konsumsi akibat perbedaan tingkat ekonomi antar masyarakat.
4. Psikologi
Membantu dalam memahami proses-proses psikologi yang sifatnya individual seperti kepribadian, motivasi, persepsi, proses belajar, sikap dan dinamika kelompok yang berpengaruh terhadap perilaku konsumen.
REF : http://achmadsaerozi.wordpress.com/2010/10/23/perilaku-konsumen/Jenis - Jenis Perilaku Konsumen
Sifat dari perilaku konsumen adalah :
1. Perilaku Konsumen Bersifat Dinamis
Perilaku konsumen dikatakan dinamis karena proses berpikir, merasakan, dan aksi dari setiap individu konsumen, kelompok konsumen, dan perhimpunan besar konsumen selalu berubah secara konstan. Sifat yang dinamis demikian menyebabkan pengembangan strategi pemasaran menjadi sangat menantang sekaligus sulit. Suatu strategi dapat berhasil pada suatu saat dan tempat tertentu tapi gagal pada saat dan tempat lain. Karena itu suatu perusahaan harus senantiasa melakukan inovasi-inovasi secara berkala untuk meraih
konsumennya.
2. Perilaku Konsumen Melibatkan Interaksi
Dalam perilaku konsumen terdapat interaksi antara pemikiran, perasaan, dan tindakan manusia, serta lingkungan. Semakin dalam suatu perusahaan memahami bagaimana interaksi tersebut mempengaruhi konsumen semakin baik perusahaan tersebut dalam memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen serta memberikan value atau nilai bagi konsumen.
Perilaku konsumen dikatakan dinamis karena proses berpikir, merasakan, dan aksi dari setiap individu konsumen, kelompok konsumen, dan perhimpunan besar konsumen selalu berubah secara konstan. Sifat yang dinamis demikian menyebabkan pengembangan strategi pemasaran menjadi sangat menantang sekaligus sulit. Suatu strategi dapat berhasil pada suatu saat dan tempat tertentu tapi gagal pada saat dan tempat lain. Karena itu suatu perusahaan harus senantiasa melakukan inovasi-inovasi secara berkala untuk meraih
konsumennya.
2. Perilaku Konsumen Melibatkan Interaksi
Dalam perilaku konsumen terdapat interaksi antara pemikiran, perasaan, dan tindakan manusia, serta lingkungan. Semakin dalam suatu perusahaan memahami bagaimana interaksi tersebut mempengaruhi konsumen semakin baik perusahaan tersebut dalam memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen serta memberikan value atau nilai bagi konsumen.
3. Perilaku Konsumen Melibatkan Pertukaran
Perilaku konsumen melibatkan pertukaran antara manusia. Dalam kata lain seseorang memberikan sesuatu untuk orang lain dan menerima sesuatu sebagai gantinya.
Langganan:
Komentar (Atom)